SURAT
CINTA UNTUK SOEKAMAH
Mbah Soekamah, 61
tahun setelah hari-hari itu berlalu aku menemukan surat-suratmu yang masih
tersimpan rapi di Laci tua milik Kakung. Aku menemukan surat-surat ini setelah
3 tahun kakung meninggal dan kembali berada di sisimu lagi. Surat-surat kalian
masih tersimpan rapi Mbah pada sebuah amplop coklat usang yang di bungkus
depannya tertulis “Kenangan Indah”. Kakung menyimpan rapi surat-surat kalian
sebagaimana ia menyimpan rapi kisah cinta kalian dalam lubuk hati hingga akhir
hayatnya. Maafkanlah aku Mbah, karena tanpa seizin kalian aku telah membaca surat-surat
kalian.
Mbah membaca di setiap
kalimat yang kalian tuliskan sungguh membuatku merasa berdecak kagum. Kejujuran
kalian mengungkapkan perasaan cinta lewat pena membuat bait disetiap kalimat
terasa sungguh indah. Meski aku tak terlibat langsung pada peristiwa itu, tapi dari
surat kalian itulah aku bisa merasakan bagaimana awal mula kakung jatuh hati
padamu, hingga keberanian kakung muda untuk menyatakan cintanya kepadamu, juga
tentang kerelaannya apabila cintanya tak terbalas oleh olehmu.
Mbah menurutku apa
yang kalian lakukan dulu sangatlah unik tapi tetap membanggakan, di jamanmu
yang masih banyak anak gadis dijodohkan oleh lelaki pilhan orang tuanya, kalian
sudah berani memutuskan untuk mengariskan takdir cinta dengan tangan kalian
sendiri. Di jaman ketika anak-anak desa seusiamu malas belajar membaca, tetapi
lelakimu itu rela belajar mesin ketik milik komandannya demi menuliskan surat
cinta yang layak untukmu. Cara kalian memadu kasih sungguh cerdas. Aku bangga menjadi
cucu kalian Mbah, menjadi sebagian dari buah cinta kalian.
Mbah betapa indahnya
memadu kasih dijamanmu dulu. Masih ada rasa
malu yang begitu kuat untuk menyatakan, dan ada rasa sabar yang begitu
besar untuk menunggu. Kau tentunya jauh lebih ingat dan lebih tahu betapa lama
kakung memendam rasa kepadamu, begitu juga denganmu kan? Kalian menahannya
hingga katamu Allah menyampaikan kalian pada Takdirnya. Benar adanya jika
segalanya akan indah pada waktunya. Tidak ada kemunafikan dalam bertutur dan
berperilaku dijamanmu. Pemuda itu memberimu cinta tapi juga berani bertanggung
jawab atas sikapnya dengan mengajakmu menikah. Iya Mbah benar, tidak ada yang
lebih kuat untuk mengikat cinta kecuali dengan ikatan pernikahan. Rasanya itu
jarang dilakukan lelaki dijamanku termasuk aku cucumu. Tapi Mbah, yang paling
membuatku terkesan adalah rasa iklhasmu untuk menerima kakung karena akhlak dan
rasa cintanya bukan karena harta dan kedudukannya. Kalian berdua memang berbeda dalam beberapa perkara kecuali dalam satu hal yaitu begitu
merendahkan perkara harta dan kedudukan tetapi menjunjung tinggi perkara akhlak
dan iman. Pastilah bahagia setiap lelaki yang mendapatkan gadis sepertimu.
Karena harta yang paling berharga bagi seorang lelaki adalah istri yang
sholikah.
Waktu perlahan akan menghapus ingatan, tulisan akan membantu mengingatkan. Bersukurlah kalian
Mbah, karena surat-surat yang masih tersimpan itu, kini cucumu jadi tahu apa
yang terjadi dengan kalian saat itu. Kini di atas meja yang sama saat kau membalas
surat lelakimu itu Mbah, aku berusaha dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan
kehati-hatian untuk menulis kembali bagaimana rasa bahagiaanmu di setiap
menerima dan membalas surat dari laki-laki yang kau kasihi itu. Aku ingin
kisahmu dan lelakimu ini menjadi kenangan sekaligus teladan yang baik bagi
kami cucu-cucumu.
Kau tentu masih
ingatkan.?
Ini adalah surat
pertama Kakung untukmu Mbah....
Markas,
15- 3 – 1955
Ass.’alaikum.w.w.
SOEKAMAH JTH:
Dengan singkat kami sampaikan seputjuk surat ini untukmu Mah. Dari itu
sebelumnja, djanganlah mendjadikan terkedjutnja hatimu nanti bila ternjata isi
dan maksud surat ini ada jang menjinggung perasaanmu, terutama yang
mengetjewakanmu. Dengan demikian, sebelunja kami sebagai penulisnja, tak lupa
maafkanlah isi surat kami ini bila mengetjewakan hatimu.
Sebenarnja, telah lama benar Mah terkandung niat dalam hatiku akan
menulis surat ini untukmu. Namun sekian kali kami mulai, sekalian kali pula
gagal. Entahlah apa jang akan kami rentangkan dihadapanmu ini beratlah rasanja
hatiku akan menguraikannja.
Kali inilah kami tjoba kembali, demikian pula kami beranikan diri untuk
menulis surat ini untukmu. Ja, sungguh lamalah kiranja kami akan menjampaikan
surat ini. Sebenarnja setelah kami pikir jang dalam-2, apakah jang kami
beratkan? Demikianlah pertanjaan dalam hatiku. Apakah isi surat kami ini?
Baiklah kau renungkan dengan seksamanja. Tiada lain, kami sengadja akan
menguraikan isi/rahasia hatiku kepadamu Mah, jang telah lama terpendam dalam-2
ini. Sebernja, sedjak kami pulang kundjung rumah pada tgl. 28-8-1954 jang
lampau itu, dan ketemu kau di madrasah itu, mulai saat itulah kami ingin menjampaikan
surat ini untukmu. Djadi kau sendiri tentu maklum. Sekianlah lamanja aku akan
menjampaikan surat ini, baru ini saatlah bisa terlaksana. Ja, sepandjang tempo
itulah telah tjukup bagiku untuk memikirkannja dengan dalam-2.
Sebenarnja bagi kami djuga merasa heran isi hati jang melintas dalam
hatiku ini Mah. Sungguh kami heran sekali, sedjak kami bertemu denganmu di
Madrasah pada akhir Agustus 1954 jang lalu itu, entahlah apa jang menjebabkan
fikiranku selalu mengenangkan pertemuan itu? Sungguh waktu jang singkat itu
selalu kami kenang-2kan, bagaikan suatu peristiwa jang mengandung sejarah baru.
Dengan desakan hatiku jang tiada kundjung padam kenangannja pada kawan pertemuan itu, saat
inilah kami sengadja memberanikan diri menjampaikan maksud hatiku kepada kawan
pertemuan itu. Siapa kawan pertemuan jang kami maksud ini? Tak usah kau
menengok kekanan dan kekiri, melainkan kaulah jang selalu menawan hatiku nan
djauh darimu ini.
SOEKAMAH, izinkanlah kami menjatakan perasaanku ini dengan setjara tertulis
sadja untukmu seorang. Sesungguhnja, setelah kami pikirkan dalam-2, apa
jeleknya kami tjoba menjatakan maksud ini kepadamu. Sekali lagi kami ulangi
Mah, bila maksud ini tidak sesuai dengan fikiranmu, tak usah kau kawatir kami/anggap
menjemookan diriku. Tidak Mah sekali-kali tidak. Walaupun kau tidak bisa
menjetujui akan apa maksudku ini, tetap kau kami anggap kawan baik-ku.
Demikianlah kesanku untukmu.
SOEKAMAH, Sungguh aku selalu terkenang akan dirimu Mah, walaupun aku
setiap hari menempati Kota Gadis yang ramai ini. Namun kenangan-ku, djanganlah
kau kira kepada Gadis Madiun jang tidak karuan tjorak ragamnya ini, melainkan
kaulah Gadis Desa sunji jang selalu menjadi kenanganku. Dari itu Mah, kami
terus terang menjatakan kepadamu, bahwa: sebenarnja AKU TJINTA KEPADAMU.
Ja, Tjinta dalam arti yang dalam Mah, tidak hanja kami menjintai kau untuk
sementara waktu sadja. Namun aku bermaksud, menanam tjinta yang tumbuh jang
tumbuh dalam dadaku ini untukmu, selama-lamanja, dunia sampai akhirat. Maka
dari itu, terus terang kami minta kepadamu Mah, bila tiada keberatan hatimu,
sudilah kau menemani aku untuk mendirikan hidup baru, menaiki djendjang RUMAH-TANGGA
bersama aku. Hanja kaulah Mah Gadis jang ku idamkan untuk menemani hidupku kelak
dikemudian nanti. Demikianlah harapanku harapanku kepadamu Mah. Dari itu
berilah kami kami djawaban jang memuaskan, bagaikan memberikan seteguk air jang
haus ditengah padang pasir. Namun sebelumnja kau mendjawab urat ini,
fikirkanlah sedalam-dalamnja, djanganlah kau nanti merasa menjesal dikemudian
hari setelah menerima permintaanku ini. Kalau kamu suka relakanlah kesukaanmu
itu dengan tulus hati, kalau kau merasa keberatan apa jang kami maksud ini,
djangan kawatir dan djangan merasa dirimu menampik aku. Sungguh aku tidak
perasaan jang demikian.Karena suami itu pakaian si isteri, dan isteri itulah
pakaian si suami, demikianlah firman Allah dalam Al-Qur’an. Sebagaimana
pakaian, seharusnjalalah jang sesuai dengan jang memakainja. Dari itu kalau memang
kau merasa tidak sesuai atau ada alasan lain-2 kami sekali-2 tidak berperasaan
apa-2 kepadamu Mah. Terutama lagi sebelum kau mendjawab, kami persilahkan
menjelidiki atau mengetahui keadaan sekalian famili kami jang serba miskin ini.
Terutama kami sendiri yang masih banyak beban yang kami pikul oleh karena itu
pikirkanlah hal tersebut dan djanganlah kau pandang kami orang jang mempunjai
kedudukan lumajan. Pandanglah kami pemuda desa jang selalu djauh dari alam
kota. Trutama kami sendiri hanjalah tani yang selalu mendjadi idaman hidupku,
disamping kami mengabdi kepada Negara, berbakti kepada Ilahi.
Untuk djelasnya kalau kau setudju hal ini Mah, Setudjuilah
orang/budinja, djanganlah kau memandang kedudukannja. Kedudukan adalah satu
barang yang remeh, jang mana nanti sewaktu-2 bisa kita lepaskan.
Sekianlah suratku jang pertama ini untukmu. Tak lupa kami ulangi,
fikirkanlah sedalam-2nja, sebelum kau mendjawab maksud jang terkandung dalam
hatiku sedjak tgl 28-8-1954 jang lalu ini.
Sekian
Mah, selamat beladjar sambil memikirkan maksudku ini.
Wassalam.
(Jasir).
Mbah tidak mudah membayangkan
bagaimana tingkah dan perasaanmu tatkala menerima surat itu. Jamanku dan
jamanmu tentu telah jauh berbeda, kau tak mungkin bisa meng-Update Status FB untuk mencurahkan
perasaan bahagiamu. Kau juga pastilah tak perlu merubah status Lajangmu menjadi
Berpacaran. Aku yakin cara kalian memperlakukan cinta saat itu masih sangat
sopan dan penuh dengan rasa malu. Yang ada dibenakku mungkin kau hanya
menyimpan surat itu di bawah bantal tidurmu, yang akan kau baca ulang lalu
mengecupnya berkali-kali saat sebelum tidur.
Empat bulan telah berlalu
dan kau belum juga membalas surat cinta pemuda itu. Ternyata kakung sangat mengharap
akan datangnya surat balasan darimu. Tanggal 29-7-55 Ia menulis ulang surat
cintanya dengan menggunakan bahasa yang lebih halus dan penuh harap. Tapi kali
ini ia menuliskannya dengan tulisan tangan. Sungguh rapi dan runtut setiap
kalimat yang ia tulis untuk menyatakan perasaannya padamu. Tapi Mbah, ternyata
surat itu tak jadi ia dikirim kepadamu. Kakung lebih memilih bersabar menunggu,
dari pada mengirim ulang surat cintanya.
Kesabaranpun berbuah manis.
Tanggal 13-8-55 surat balasan itu akhirnya datang. Lalu kesabaran itu pun
kembali berbuah manis. Rasa cintanya yang telah lama ia tahan akhirnya
bersambut dengan indah. Itulah yang aku tahu dari surat mu yang tertanggal
11-8-55.
Salamrejo tgl 11-8-55
Yth sdr
Jasir di Madiun
Assalamualaikum w.w.
Dengan ini kami sampaikan pada paman bahwa
keadaanku sekeluarga dalam keadaan sehat walafiat mudah-2an bagi paman begitu
djugalah adanja.
Selain ini kami sampaikan pula pada paman bahwa
surat dari paman telah kuterima pd tgl 30-7-55 serta telah ku mengerti pula apa
jang dimaksudkan paman.
Sungguh heran kami mengetahui hal ini sebab
bukankah kiranja keliru paman memilih anak untuk hidup berdua itu kami?
Karena bukankah telah paman ketahui sendiri
bahwa kami adalah pemudi desa jang djauh dari kota, pemudi desa jang telah tak
beribu, pemudi desa jang tak berkedudukan serta jang terendah dalam desa juga
terendah dalam pengetahuan, pengalaman serta dlm pergerakan. Djadi pendek kata,
kami adalah seorang pemudi desa jang terendah dalam segala hal. Dan telah paman
ketahui pula keadaan kehidupanku beserta keluargaku. Bahwa kehidupanku dan
keluargaku dalam keadaan hina jang sehina-2nja, serta dalam keadaan miskin jang
semiskin-2nja. Sehingga kami tak kuat akan meneruskan peladjaranku seperti
teman lainnja. Demikianlah kekuranganku serta keadaan keluargaku, maka dengan
demikian perlulah paman perhatikan.
Wahai paman sebetulnja sebelum datang pernjataan
dari paman sendiri ini sajapun telah diberitahu oleh saudara Kamsar serta telah
dimintai pertimbangan pula akan tetapi atas pertimbanganku djuga telah kami
berikan kepada saudara Kamsar waktu itu belumlah kami katakan pertimbangan jang
djelas sebab mengingat akan keadaanku serta kehidupan keluargaku tak mungkin
kami akan dapat hidup berdua dengan paman.
Maka dengan pernjataan paman sendiri jang
sebegitu itu kami dengan hati terbuka serta dengan ruang hati mengutjacapkan
menjetudjui apa jang dimaksudkan paman jang mungkin telah di takdirkan Allah
s.w.t kita bernasib demikian. Dan atas kemauanku ini bukannja terdorong karena
pangkat atau kekejaan melainkan kami juga ingat akan kebaikan, kebenaran serta
kelurusan hati paman. Sebab jang dikatakan pangkat (Kekajaan) itu adalah
sebagai kabut dunia belaka. Berlainan, dengan kebaikan, kebenaran, serta
kekerasan hati, karena dalam kebaikan, kebenaran dan kekerasan hati itu adalah
jalan kebahagiaan dunia dan akhirat nanti. Maka dengan demikian ta’ putus
harapan kami mudah2an Allah melindunginja.
Mudah2an mendjadikan periksalah adanya.
Harap maafkan segala kesalahan serta kehilafannja.
Kemudian dengan demikian kami selalu mengharapkan atas perhatian dari
paman.,
Wassalam.
Hormat kami
(Soekamah)
Kali ini aku bisa
merasakan dan membayangkan Mbah, alangkah senang dan girangnya kakung membaca
surat balasanmu itu. Aku tak mau bercerita banyak lagi, karena semua orang
pastilah sudah tahu apa yang kalian rasakan saat itu.
Yang ingin aku
katakan hanyalah betapa serunya dan tergelitiknya aku membaca surat-surat
kalian setelah ini. Dari cara kakung menyampaikan kebahagian dan rasa senangnya
atas balasan surat juga balasan cintamu, atau saat kau yang memanggil kakung dari
sebutan Paman (karena kedudukan silsilah
keluarga) menjadi Kakak. Hingga buku WANITA IDAMAN terbitan Gramedia tahun 1954 yang kalian
perbincangkan dalam surat memperlihatkan betapa inteleknya anak desa seperti
kalian saat itu.
Setelah ini aku akan
menuliskannya kembali Mbah. Tak hanya itu, akan kutulis juga Mbah kisah seorang
gadis muda yang rela menikahi duda tua demi menyelamatkan bayi kecilmu juga
bahtera rumah tanggamu.
Semoga saja yang
sedikit ini bisa menjadi kenangan yang baik juga pelajaran yang bermanfaat...
Tentu setiap pelajar pernah mengalami yang namanya kejenuhan di waktu
belajar. Tak bisa dipungkiri bahwake jenuhan
adalah faktor utama yang menyebabkan banyaknya pelajar malas dalam melanjutkan
pelajarannya. Biasanya kejenuhan disertai dengan kebosanan
menimbulkan rasa malas dalam belajar. Mengapa kejenuhan menyebabkan seseorang
malas dalam melanjutkan pelajarannya? Karena ketika pelajar tersebut mengalami
kejenuhan maka pikirannya biasanya mengalami depresi atau popular disebut
dengan kebuntuan pikiran.
Nah apa itu kebuntuan pikiran? Buntu pikiran adalah keadaan yang
mencerminkan daya pikir seseorang yang sedang lemah serta sulit berfikir
keras,yang disebabkan oleh kejenuhan dan kebosanan yang menimbulkan rasa malas
dalam melanjutkan apa yang akan dia lakukan. Buntu pikiran memiliki banyak
dampak yakni menurunkan produktifitas pikiran kamu,menurunkan kinerja otak
kamu,dan menghambat jslannya kreatifitas kamu.. Kejenuhan dan kebosanan adalah
suatu kesatuan yang bila sudah diderita oleh seorang pelajar maka akan
menimbulkan rasa malas pada aktifitas yang sedang dijalaninya.
Bila kamu mudah terserang jenuh, maka kamu juga akan mudah terserang oleh
rasa malas. Orang-orang pemalas adalah orang-orang yang selalu mengikuti rasa
jenuhnya, sehingga bila kita dapat menaklukkan rasa jenuh kita dapat
menyingkirkan segala kebosanan,dan berdampak pula pada kemampuan kita untuk
menaklukkan rasa malas.
Taukah kamu mengapa seseorang dapat menyerah? Karena ia mengikuti rasa
jenuhnya.Ya, kejenuhan itu datang kepada siapa saja yang mau bersungguh-sungguh
untuk belajar.Jadi,bila kamu mau menemukan cara yang nyaman dan efektif untuk belajar
ada kalanya kamu harus menemukan cara menaklukkan rasa jenuh itu terlebih
dahulu.Karena dengan begitu,kamu dapat belajar dengan tenang dan dan penuh
percaya diri untuk menang. Kita ibaratkan rasa jenuh itu sebagai sebuah
virus.Lalu bagaimana kah cara kita untuk menaklukkan virus jenuh yang nakal
itu?
Penulis memiliki trik-trik yang ampuh dan jitu untuk menaklukkan rasa
jenuh. Dan trik-trik ampuh tersebut dibagi dalam 2 bagian yakni menaklukkan
rasa jenuh ketika kita sudah mengalaminya (mengobati) dan sebelum mengalaminya
(mencegah).Sesuai pepatah,”lebih baik mencegah dari pada mengobati”,maka ada
baiknya kita bahas trik-trik ampuh mencegah rasa jenuh.Mau tau? Silahkan di
simak.
Cara ampuh
mencegah rasa jenuh, ialah:
Ucapkan
itu dengan penuh percaya diri,lalu bangkitkan semangatmu hingga menyala-nyala.
Nah,tadi kamu sudah menyimak cara-cara ampuh mencegah rasa jenuh,sekarang
kita akan membahas cara –cara ampuh mengobati rasa jenuh.
Cara-cara
ampuh mengobati rasa jenuh:
Ketika rasa jenuh itu datang pasti kamu mengalami dilema.Apakah akan
menutup buku pelajaran atau melanjutkannya. Bila kamu dalam kondisi seperti itu
berpikirlah dengan tenang.Jangan lah langsung menyerah. Di saat itulah kamu
butuh mempraktekkan cara ini.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan.
Cinta bukan melemahkan semangat,
tetapi membangkitkan semangat .
Cinta dapat mengubah pahit
menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi
rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai
seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai
seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu
kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup
adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk
menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus
membiarkannya pergi. buya hamka Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan
seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan
mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati
tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih
sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan
kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga
kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai
orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada
saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang
seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti
sungai, karena sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi,
menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya
serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta
Permulaan cinta adalah membiarkan
orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri
sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang
mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari
langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika
ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan,
kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi
jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati,
keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang
terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya
sekedar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga,
manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati
segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu
akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua
tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya
dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan
lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang
indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya
tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan
kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk
dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita
memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi
mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan…
Mengenai Saya
- FAHMI
- Trenggalek, JawaTimur, Indonesia
- Menulis membebaskanku. Membesarkanku. Memberanikanku. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Dan lebih dari itu Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Because Writers see the world differently. Every voice we hear, every face we see, every hand we touch could become story fabric.
Popular Posts
-
Bagi kalian yang suka bilang JANCOK. Uppsss…. Mungkin ada juga yang bilang DANCOK. Sadarkah kalian akan apa arti dari sebuah DANCOK…?????...
-
Dulu waktu SD saya sering tidak masuk sekolah tanpa alasan dan berita yang tidak jelas, suatu hari di dimarahi oleh guruku. Guru,...
-
TUGAS MATA KULIAH PERTANIAN BERLANJUT “APLIKASI GIS untuk MENDUKUNG KEGIATAN PERTANIAN BERLANJUT di SKALA BENTANG LAHAN” NAMA :...
-
DEFINISI PENYAKIT TANMAN Ilmu Penyakit Tumbuhan adalh ilmu yang mempelajari kerusakan yang disebabkan oleh organisme yang tergolong ke...
-
Tanaman cabai merah ( Capsicum annuum L .) termasuk dalam Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida, Ordo Solanales ...
-
Hama putih palsu, Cnaphalocrocis medinalis (Guen.) termasuk dalam famili Pyralidae, ordo Lepidoptera. Hama ini disebut sebagai hama p...
-
Tri Tunggal Usahatani adalah suatu konsep yang di dalamnya terdapat tiga foundasi atau modal dasar dari kegiatan usahatani. Tiga modal...
-
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU PENYAKIT TUMBUHAN “Sterilisasi Alat” Oleh Nama : M Guruh Arif Zulfahmi NIM : 1050402011110...
-
15 Oktober 1991, kira-kira pukul 23.15 kata ibuk aku dilahirkan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Aku terlahir sebagai anak laki-laki. bapa...
-
Betapa indahnya menara Kuala Lumpur yang telah lama menjadi ikon parawisata negeri melayu. Menara yang tingginya mencapai 421m ini meru...
Powered by Blogger.


































