News Update :
Home » » PRINSIP-PRINSIP EKONOMI

PRINSIP-PRINSIP EKONOMI

Penulis : FAHMI on Senin, 03 Desember 2012 | 21.48


MAKALAH PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN
PRINSIP-PRINSIP EKONOMI

Oleh :
Muhammad Guruh Arif Zulfahmi (105040201111091)


PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

I.                   PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.

Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.

1.2    Tujuan


Mengetahui prinsip-prinsip ekonomi yang ada di dalam kehidupan sehari-hari.


1.3    Manfaat


Memahami penerapan prinsip-prinsip ekonomi di dalam kehidupan melalui permainan Plant Tycoon .

II.                ISI DAN PEMBAHASAN

2.1 Prinsip-prinsip Ekonomi

            Di dalam ilmu ekonomi terdapat apa yang disebut sebagai Prinsip Ekonomi, sepuluh prinsip ekonomi tersebut adalah:


1.      Orang menghadapi trade off.

Untuk mendapatkan satu hal, kita harus mengorbankan hal yang lain. Karena tidak ada yang gratis, pasti ada pertukaran dan ada yang dikorbankan. Ada dua hal dalam prinsip ini, yaitu efisiensi dan ekuitas. Efisiensi adalah cara mendapatkan hasil yang optimal dan ekuitas adalah manfaat didistribusikan secara adil.

Pelajaran pertama mengenai pengambilan keputusan dapat dirangkum dalam pribahasa “tidak sesuatu yang gratis di dunia ini” artinya saat hendak mendapatkan sesuatu maka kita harus mengorbankan sesuatu yang lainnya.

Sebagai contoh, saat seseorang memilih belajar, maka orang tersebut telah kehilangan kesempatan untuk mengerjakan hal lainnya seperti bermain futsal, sepeda atau jalan-jalan. Kegiatan lain yang tidak bisa dilakukan saat seseorang tersebut belajar di sebut sebagai biaya.

Tradeoff yang dihadapi masyarakat adalah effisiensi artinya masyarakat mendapatkan hasil optimal  dari sumberdaya langka yang ada. Dan pemerataan yaitu pembagian hasil yang merata dari sumberdaya langka tersebut terhadap masyarakat.


2.      Opportunity cost.

Hal-hal yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. Membandingkan biaya dan manfaat dari berbagai alternatif. Seperti yang telah dijelaskan pada prinsip pertama, pengertian biaya adalah apa yang kita korbankan untuk mendapatkan sesuatu. Hal tersebut dalam ilmu ekonomi biasa disebut sebagai opportunity cost.

3.      Orang rasional berpikir pada margin.

Artinya saat seseorang menentukan keputusan atau pilihan, orang tersebut bekerja pada pikiran rasional. Saat menghadapi pilihan untuk melanjutkan sekolah (S2) atau mencari kerja. Yang ia pikirkan adalah apa keuntungan dari melanjutkan sekolah yaitu pengetahuan, pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan lebih bersar. Atau memilih mencari kerja dengan keuntungan yaitu lebih cepat memiliki penghasilan sendiri. Dan kerugiannya, yaitu kehilangan hal-hal dari pilihan yang ia tinggalkan.

4.      Masyarakat selalu bereaksi terhadap insentif.

Keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan terhadap suatu keputusan. Manusia mengambil keputusan dengan cara membandingkan biaya dan keuntungan. Kebiasaan ini akan berubah jika ada perubahan pada keuntungan atau biaya (berarti tanggap terhadp insentif).

Seseorang biasanya akan lebih “aktif” saat seseorang tersebut mendapatkan keuntungan tambahan dari apa yang ia kerjakan. Contohnya seseorang akan bekerja sessua porsi saat penghasilannya tetap, tetapi saat ada insentif maka ia akan bekerja secara ekstra dari sebelumnya

5.      Perdagangan menguntungkan semua pihak.

Pada prinsip ini yang paling ditonjolkan adalah spesialisasi, contohnya yaitu suatu Negara akan memproduksi sesuai kemampuan yang paling optimal ( biaya produksi rendah, kemampuan produksi tinggi, kualitas bagus) yang dimiliki lalu menjualnya ke Negara lain yang tidak optimal produksinya dari barang tersebut dan barang produksi yang tidak bisa dihasilkan secara optimal maka Negara tersebutpun akan membeli dari Negara lain yang produksinya lebih optimal.

Tidak mungkin semua kebutuhan manusia akan bisa disediakan sendiri. Dengan perdagangan akan menciptakan spesialisasi sehingga dapat menekan biaya produksi (harga murah).

6.      Pasar secara umum merupakan wahana yang baik guna mengkoordinasikan kegiatan ekonomi.

Perekonomian pasar adalah suatu jenis perekonomian yang mengalokasikan sumberdayanya melalui keputusan terdesentralisasi dari berbagai perusahaan dan rumah tangga seiring dg interaksi mereka di pasar barang dan jasa.

Dengan menggunakan jenis perekonomian pasar, keputusan-keputusan dari suatu perencanaan yang terpusat, digantikan oleh keputusan-keputusan dari jutaan perusahaan dan rumah tangga. Perusahaan memutuskan siapa yang akan dipekerjakan dan barang apa yang akan diproduksi, kemudian rumah tangga memutuskan akan bekerja di perusahaan mana dan akan membeli barang apa dari penghasilan mereka. Perusahaan dan rumah tangga saling berinteraksi di pasar, dimana harga dan kepentingan-kepentingan pribadi mempengaruhi dan memandu keputusan-keputusan yang mereka buat.


7.      Pemerintah dapat memperbaiki penampilan pasar

Kegagalan Pasar (market failure) adalah situasi di mana suatu pasar gagal mengalokasikan sumber dayanya secara efisien dengan kekuatan sendiri. Salah satu penyebab kegagalan pasar adalah eksternalitas. Eksternalitas adalah dampak dari tindakan seseorang terhadap kesejahteraan orang lain. Penyebab yang lain adalah Market Power.
Seperti dalam kasus krisis perekonomian seperti sekarang diamana banyak perisahaan yang bangkrut dan terjadi kegagalan pasar, pemerintah dapat turun tangan dan menyelamatkan perusahaan tersebut dari kebangkrutan, dan menjaga kemampuan produksi sekaligus meminimalisir angka pengangguran dengan cara melakukan buyout, atau pembelian/pengambil alihan sebuah perusahaan oleh pemerintah. Walau begitu pemerintah tidak selalu harus melakukan hal tesebut.


8.      Standar hidup di suatu negara tergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa.

Apa yang bisa menjelaskan perbedaan-perbedaan yang sangat besar antara satu standar hidup dengan standar hidup lainnya diberbagai Negara di dunia?. Jawabannya cukup sederhana, yaitu kemampuan factor produksi dari suatu Negara. Dinegara dimana para pekerjanya dapat menghasilakan barang dan jasa dalam jumlah besar per satu satuan waktu, sebagian besar masyarakatnya hidup dalam standar hidup yang tinggi. Begitu pula sebaliknya. Hubungannya yaitu tingkat pertumbuhan produktivitas suatu Negara menetukan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-ratanya.

9.      Harga-harga akan meningkat apabila pemerintah mencetak uang terlalu banyak.

Tingginya tingkat peredaran uang akibat dari tingginya produksi uang itu sendiri, menyebabkan nilai dari uang tersebut menjadi semakin kurang berharga yang berdampak pada terjadinya inflasi. Sehingga harga barang naik karena niali dari uang tersebut menurun.

10.  Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran.

Tradeoff antara inflasi dan pengangguran sifatnya hanyalah sementara, namun dapat berlangsung menahun. Dinegara tertentu meningkatnya inflasi akan mengurangi  pengangguran. Namun hal tersebut tampaknya tidak terjadi di Indonesia.

(Faris Muhammad, 2012)


2.2 Prinsip-prinsip Ekonomi di Dalam Plant Tycoon.

            Plant Tycoon adalah sebuah permainan yang dapat dijalankan melalui perangkat computer atau laptop. Permainan ini merupakan berkebun dalam versi maya. Di dalam Plant Tycoon akan terdapat simulasi menanam benih dari mulai persiapan media tanam hingga penghasilan benih untuk ditanam. Permainan Plant Tycoon mengandung beberapa prinsip ekonomi yang juga diterapkan di kehidupan sehari-hari. Prinsip-prinsip tersebut, antara lain:

1.      Orang menghadapi trade off.

Untuk mendapatkan satu hal, kita harus mengorbankan hal yang lain. Karena tidak ada yang gratis, pasti ada pertukaran dan ada yang dikorbankan. Ada dua hal dalam prinsip ini, yaitu efisiensi dan ekuitas. Efisiensi adalah cara mendapatkan hasil yang optimal dan ekuitas adalah manfaat didistribusikan secara adil.

            Di dalam permainan Plant Tycoon, ditunjukkan bahwa kita harus mengorbankan salah satu hal untuk mendapatkan yang kita inginkan. Contohnya pada saat membeli kebutuhan untuk penanaman. Kita harus mengorbankan beberapa jumlah uang untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dan lebih dibutuhkan pada saat tertentu.

2.      Opportunity cost.

Hal-hal yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. Membandingkan biaya dan manfaat dari berbagai alternatif. Seperti yang telah dijelaskan pada prinsip pertama, pengertian biaya adalah apa yang kita korbankan untuk mendapatkan sesuatu. Hal tersebut dalam ilmu ekonomi biasa disebut sebagai opportunity cost.

Contohnya Pada saat tanaman tidak sehat, kita dihadapkan dengan dua pilihan yaitu membuang tanaman tersebut atau membeli plant rescue formula untuk mengembalikan kondisi tanaman menjadi sehat. Namun, jika membeli plant rescue formula akan dibutuhkan lebih banyak uang dan akan mengurangi persediaan uang yang kita punya, sedangkan jika membuang tanaman tersebut kita hanya membuang $ 12, harga dari pembuangan tanaman tersebut jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan membeli plant rescue formula. Jadi, hal yang harus kita pilih adalah membuang tanaman yang sakit tersebut.


3.      Orang rasional berpikir pada margin.

Artinya saat seseorang menentukan keputusan atau pilihan, orang tersebut bekerja pada pikiran rasional. Saat menghadapi pilihan untuk membeli insta-growth formula atau insta-growth vaporbomb. Keduanya memiliki keunggulan yang sama, namun harga yang berbeda. Keduanya akan menghasilkan produk yang sama unggulnya. Insta-grow menghasilkan tanaman yang lebih cepat tumbuh tanpa menunggu dalam waktu yang lama, sedangkan vaporbomb membuat tanaman lebih cepat dewasa dengan penampilan yang lebih baik dibandingkan dengan hanya memakai insta-grow. Namun jika dijual, tanaman dengan insta-grow atau vaporbomb penjualannya akan sama. Kedua produk akan sama diminatinya. Maka, untuk menentukan produk apa yang akan dibeli, kita harus berpikir pada margin. Insta-grow memiliki harga yang lebih murah dan keuntungan yang besar. Vaporbomb memiliki harga yang sangat mahal dan keuntungan yang tidak berbeda dengan jika membeli insta-grow. Maka, untuk meningkatkan keuntungan, akan lebih baik jika kita memilih untuk membeli insta-grow.

4.      Masyarakat selalu bereaksi terhadap insentif.

Keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan terhadap suatu keputusan. Manusia mengambil keputusan dengan cara membandingkan biaya dan keuntungan. Kebiasaan ini akan berubah jika ada perubahan pada keuntungan atau biaya (berarti tanggap terhadp insentif).

Dalam plant tycoon ditunjukkan bahwa kita harus mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang telah dipikirkan baik buruknya, seperti apa yang dipaparkan di prinsip-pinsip sebelumnya.

5.      Perdagangan menguntungkan semua pihak.

Pada prinsip ini ditunjukkan dalam plant tycoon adalah saat kita menghasilkan tanaman yang bagus dengan harga yang sesuai. Sehingga, konsumen dapat mendapatkan kualitas yang sama dengan harganya.

6.      Pasar secara umum merupakan wahana yang baik guna mengkoordinasikan kegiatan ekonomi.

Dengan adanya pasar, maka ada tempat untuk memperjual-belikan produk tanaman yang telah kita hasilkan dengan lebih mudah, jika tidak ada pasar maka perdagangan akan lebih sulit.

III.             PENUTUP


Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.

Plant Tycoon adalah sebuah permainan yang dapat dijalankan melalui perangkat computer atau laptop. Permainan ini merupakan berkebun dalam versi maya. Di dalam Plant Tycoon akan terdapat simulasi menanam benih dari mulai persiapan media tanam hingga penghasilan benih untuk ditanam. Permainan Plant Tycoon mengandung beberapa prinsip ekonomi yang juga diterapkan di kehidupan sehari-hari. Prinsip-prinsip tersebut, antara lain prinsip ke 1 s/d 6.


DAFTAR PUSTAKA

Muhammad, Faris Fadillah. 2012. http://farismf.blogspot.com/2009/12/sepuluh-prinsip-ekonomi.html?m=1.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger