TAK TERSENTUH


Semua terlihat. Jelas terlihat. Tetapi tidak dapat tersentuh. Seperti pelangi yang turun dikala hujan reda. Pelangi yang begitu setia dengan hujan. Ketika hujan pergi, barulah pelangi menyombongkan diri. Tetapi ketika hujan menangis dengan lebat, kemana pelangi bersembunyi? Apakah itu yang dinamakan kesetiaan? Kamu itu pelangi. Pelangi yang menghias langit biru tetapi kemudian hilang seiring dengan waktu.

Waktu yang berjalan dengan perlahan tetapi juga sombong. Sombong akan kekuasaan, sombong akan kemampuan, dan sombong akan kemapanan. Waktu yang mengendalikan, waktu yang menentukan. Waktu hanya maju kedepan tidak pernah kebelakang, karena waktu tahu berjalan kebelakang hanya akan menjadi sia-sia. Waktu tidak pernah mengenal belas kasih. Seperti algojo yang tanpa ampun menghukum orang yang terpidana mati.

Karena waktu tidak pernah diputar kembali, kemudian lahirlah sebuah perasaan yang dinamakan penyesalan. Penyesalan datang dari kekejaman waktu. Waktu yang tidak tahu malu dan waktu yang malu untuk tahu. Waktu tidak pernah minta untuk ditanya. Karena sesungguhnya waktu lah yang akan menjawab. Menjawab semua hal tentang rasionalisasi. Menjawab semua hal tentang kemunafikan. Tetapi jangan mau dikekang oleh waktu. Kendalikan waktu, kendalikan dunia.

FAHMI

No comments:

Post a Comment

Instagram